(Gambar 2. Home visit pasien RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta di Wonosari)
Tagline “Mari Peduli Sesama: Untuk Langkah yang Seimbang” bukan sekadar slogan. Ia menjadi semangat yang menggerakkan Muhammadiyah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan bagi anak-anak dengan kaki pengkor (clubfoot/CTEV) melalui Program MENTARI Clubfoot. Program ini merupakan kolaborasi antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan MiracleFeet, dengan tujuan memulihkan fungsi kaki anak agar mereka dapat tumbuh, bergerak, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Hingga tahun 2025, 161 anak dengan kaki pengkor telah mendapatkan pendampingan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Layanan diberikan melalui tujuh rumah sakit utama dan lima rumah sakit jejaring Muhammadiyah–‘Aisyiyah, yang berperan sebagai pusat layanan kaki pengkor di daerah. Kehadiran jejaring rumah sakit ini memastikan akses layanan yang lebih dekat, terjangkau, dan berkesinambungan bagi keluarga pasien.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran strategis dokter spesialis ortopedi (PABOI) di rumah sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah. Para dokter ortopedi menjadi garda terdepan dalam melakukan diagnosis dini, memberikan terapi metode Ponseti, serta memastikan monitoring dan keberlanjutan terapi hingga hasil perawatan optimal tercapai. Dengan kompetensi klinis, dedikasi, dan pendampingan yang konsisten, para dokter berkontribusi besar dalam membantu anak-anak kembali melangkah dengan kaki yang lebih fungsional, seimbang, dan percaya diri.
Dokter Ortopedi dan Rumah Sakit Pendukung Program MENTARI Clubfoot
Sebagai wujud kolaborasi lintas layanan, Program MENTARI Clubfoot didukung oleh para dokter spesialis ortopedi (PABOI) yang bertugas di rumah sakit utama dan jejaring Muhammadiyah–‘Aisyiyah berikut:
Rumah Sakit Utama
- RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta
dr. Marda Ade Saputra, Sp.OT - RSI PKU Muhammadiyah Tegal
dr. Heri Santosa, Sp.OT(K) dan dr. Misbahudin, Sp.OT - RS ‘Aisyiyah Kudus
dr. Hanif Andhika, Sp.OT - RS PKU Muhammadiyah Temanggung
dr. Antoni, Sp.OT - RS PKU Muhammadiyah Cepu
dr. Lukman Hakim, Sp.OT - RS Siti Kodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang
dr. Arif Zulkarnain, Sp.OT(K) - RS Universitas Muhammadiyah Malang
dr. Dwi Pravogi, Sp.OT
Rumah Sakit Jejaring
- RS PKU Muhammadiyah Bantul
dr. Muh Amri Nawi, Sp.OT - RS PKU Muhammadiyah Wonosari
dr. Arian Surya, Sp.OT - RS PKU ‘Aisyiyah Jepara
dr. Risang Setyo, Sp.OT - RS Roemani Muhammadiyah Semarang
dr. Dimas Febrianto, Sp.OT - RS PKU Muhammadiyah Wonosobo
dr. Hilman Ari Wibawa
Keterlibatan aktif para dokter ortopedi di berbagai rumah sakit ini memastikan standar layanan yang berkualitas dan berkesinambungan, sekaligus memperkuat kapasitas penanganan kaki pengkor di tingkat daerah.
Selain pelayanan klinis, MENTARI Clubfoot juga aktif membangun kesadaran publik sebagai bagian penting dari upaya pencegahan dan penanganan dini. Sepanjang Juli 2024 hingga Desember 2025, program ini telah menyelenggarakan 72 kegiatan community awareness serta 27 workshop deteksi dini dan rujukan, yang menjangkau lebih dari 2.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat umum. Edukasi ini menegaskan bahwa kaki pengkor bukan kutukan atau aib, melainkan kondisi medis yang dapat ditangani secara efektif bila dideteksi sejak dini. Melalui semangat Mari Peduli Sesama, Muhammadiyah terus melangkah bersama para dokter ortopedi, rumah sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah, dan masyarakat luas. Dengan pelayanan medis profesional, edukasi berkelanjutan, serta kepedulian yang berakar pada nilai kemanusiaan, MENTARI Clubfoot menghadirkan harapan baru—untuk langkah yang seimbang dan masa depan anak-anak Indonesia yang lebih cerah. Mari Peduli Sesama, Untuk Langkah yang Seimbang.

(Gambar 2. Pasien dari RS PKU ‘Aisyiyah Jepara yang sedang dalam fase bracing menggunakan sepatu dennis brown shoes dari program MENTARI Clubfoot)

(Gambar 3. Sosialisasi dan Edukasi kepada bidan – bidan dan kader Kota Kudus dalam acara HUT IBI Cabang Kudus)

(Gambar 4. Kegiatan Refresh Knowledge Metode Ponseti yang mengundang ortopedi dan perawat RSMA mitra dan jejaring dengan narasumber dari INAPOS (Indonesian Pediatric Orthopaedic Indonesia) dalam rangka meng-update ilmu dan memberikan forum diskusi antar ortopedi RSMA dan memastikan standar layanan yang berkualitas dan berkesinambungan)

(Gambar 5. Tim program MENTARI Clubfoot bersama perwakilan RS Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan audiensi dengan Dinas Kesehatan Kab. Malang dalam rangka menjalin kolaborasi serta kerjasama dalam meningkatkan akses pelayanan bagi anak dengan kaki pengkor)

