MPKU–LazisMu-UMY Perkuat Guru Muhammadiyah Wujudkan Sekolah Sehat Jiwa

Tim pengabdian kepada masyarakat menyelenggarakan program bertajuk “Training for Trainer Soft Skills Remaja bagi Guru Sekolah Menengah dalam Upaya Mewujudkan Siswa Tangguh dan Sehat Mental”

Program ini merupakan kolaborasi antara MPKU PP Muhammadiyah dan LazisMu bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai bagian dari komitmen catur darma perguruan tinggi, khususnya darma pengabdian kepada masyarakat.

“Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mendukung kesehatan mental siswa melalui pelatihan komunikasi efektif, empati, konseling dasar, manajemen stres, skrining kesehatan jiwa, serta pertolongan pertama pada luka psikologis,” jelas Ketua Program, Dr. dr. Ekorini Listiowati, MMR, pada 12/11/2025. Ia menambahkan, program ini juga mendorong lahirnya kebijakan Sekolah Sehat Jiwa melalui integrasi soft skills dalam pembelajaran dan penguatan sistem rujukan layanan kesehatan.

Dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY, tim pelaksana terdiri atas Dr. dr. Ekorini Listiowati, MMR; Dr. dr. Warih Andan Puspitosari, Sp. KJ (K); anuar Fahrizal, S. Kep. Ns., Sp. Kep Jiwa; dr. Farindira Vesti Rahmasari, M. Sc. Ph. D; serta dr. Dirwan Suryo Soularto, Sp.F., M.Sc. Sementara itu, MPKU PP Muhammadiyah diwakili oleh Agus Budiantoro, SIP, Siti Salimah, Apt., M. Kes, dan Yuniar Wardani, SKM, PhD.

Pelatihan dilaksanakan pada 12/11/2025 dan 19/11/2025 di Gedung Dakwah PDM Bantul, dilanjutkan dengan pendampingan lima sekolah pilot pada Januari 2026 serta dilanjutkan dengan FGD daring pada 28/01/2026 hingga 24/02/2026.

Kegiatan ini melibatkan guru dari SMA/AMK Muhammadiyah di lima kabupaten/kota di DIY.

Melalui pendekatan partisipatif—diskusi, role play, dan Rencana Tindak Lanjut (RTL)—guru menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengenali tanda awal masalah kesehatan mental siswa dan merespons secara lebih empatik.

Salah satu peserta, Diah Ayu Alfiyani, guru BK, menyampaikan bahwa setelah mengikuti pelatihan ia menjadi lebih terarah dalam menangani persoalan kesehatan mental siswa. “Sebelumnya saya kebingungan, sekarang lebih terstruktur dan percaya diri dalam mendampingi siswa,” ujarnya. Peserta lain, Novi Dwi Lestari, menambahkan bahwa keterampilan konselingnya menjadi lebih sistematis dan efektif, terutama dalam mendengarkan secara empatik. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dan model dalam membangun ekosistem Sekolah Sehat Jiwa yang berkelanjutan di lingkungan Muhammadiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.