
Jakarta — Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menyelenggarakan Darul Arqam (DA) BPH-Direksi RS Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (RSMA) Batch 5 di Hotel Jayakarta Yogyakarta pada 1 – 4 oktober 2025. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari empat batch sebelumnya dan menjadi bagian penting dalam membentuk kader pimpinan yang berintegritas, berkompetensi, serta memiliki semangat dakwah dalam mengelola amal usaha kesehatan Muhammadiyah.
Darul Arqam sendiri merupakan bentuk perkaderan strategis yang berorientasi pada pembinaan ideologi, penguatan kepemimpinan, dan pengembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi nilai-nilai Islam dan prinsip Muhammadiyah dalam tata kelola rumah sakit, sehingga RSMA tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana dakwah dan amal sosial yang berkemajuan.
Adapun kegiatan ini bertujuan membentuk kader pimpinan RSMA yang memiliki integritas tinggi, serta kemampuan profesional dalam mengelola rumah sakit sesuai nilai-nilai Islam dan tuntunan persyarikatan, dengan peserta terdiri atas unsur Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Majelis Kesehatan, Badan Pembina Harian (BPH), serta Direksi RS Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai wilayah di Indonesia, yang berlangsung selama empat hari, dengan kombinasi metode ceramah, dialog partisipatif, active learning, role play, hingga kegiatan outbond. Kegiatan resmi dibuka pada Rabu, 1 Oktober 2025 oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, yang menyampaikan amanah dan tausiyah bertajuk “Kepribadian Muhammadiyah dalam Mengelola AUM yang Beradab dan Berkemajuan.”
Pada kegiatan ini Dr. Drs. H. M. Agus Samsudin, MM,selaku Ketua MPKU PP Muhammadiyah dan Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A, selaku Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah juga turut serta memberikan sambutan seta pengantar, selain itu beragam materi juga disampaikan oleh para narasumber nasional dan internal Muhammadiyah. Kegiatan juga diisi dengan sesi spiritual seperti Qiyamul Lail, Fathul Qulub, refleksi diri, dan kultum subuh, yang dipandu oleh tim imam training dari MPKSDI PP Muhammadiyah. Dalam salah satu sesi materi, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S, M.Kes selaku ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga menyampaikan bahwa Darul Arqam atau Baitul Arqam merupakan ruang refleksi penting bagi seluruh pengelola rumah sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah. “Baitul Arqam (BA) ini sebetulnya merupakan satu kesempatan kita untuk merefleksi bagaimana perjalanan dan potret dari rumah sakit kita. Terakhir, MPKU bersama Biro Pengelola Organisasi PP Muhammadiyah saat ini juga sedang menyusun regulasi-regulasi untuk pengembangan RS kita. Kita perlu menyesuaikan semuanya, namun tetap satu hal yang tidak berubah adalah mengenai ciri pelayanan dari rumah sakit kita,” ujar Agus.

Salah satu ciri khas kegiatan ini adalah penguatan aspek spiritual dan karakter melalui pembiasaan ibadah berjamaah, renungan malam, serta kegiatan lapangan (outbond dan lava tour sunrise trip). Peserta diarahkan untuk memahami bahwa mengelola rumah sakit merupakan bentuk ibadah dan amanah dakwah Muhammadiyah, bukan semata tugas administratif atau bisnis kesehatan. Dalam berbagai sesi diskusi kelompok, peserta dilatih untuk membangun sinergi, memperkuat kolaborasi, dan mengembangkan strategi berkemajuan di lingkungan RSMA. Nilai-nilai seperti teologi Al-Ma’un, akhlak ber-Muhammadiyah, dan profil kader AUK menjadi pondasi utama dalam setiap materi.
Kegiatan ini resmi ditutup pada Sabtu, 4 Oktober 2025 oleh Dr. Agus Samsudin, MM, Ketua MPKU PP Muhammadiyah. Dalam sambutannya, beliau juga menegaskan pentingnya keberlanjutan kaderisasi sebagai upaya memperkokoh ideologi Muhammadiyah di lini strategis amal usaha kesehatan. Melalui pelaksanaan Darul Arqam BPH–Direksi RSMA Batch 5, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk melahirkan pemimpin rumah sakit yang profesional, berjiwa dakwah, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan manajerial, tetapi juga proses spiritualisasi kepemimpinan agar RSMA dapat terus menjadi teladan pelayanan kesehatan Islami di Indonesia.

