
Bantul – MPKU PP Muhammadiyah bersama LazisMu mengadakan Training for Trainer (ToT) Soft Skills Remaja bagi guru SMA/SMK Muhammadiyah se-DIY pada 12 dan 19 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah PDM Bantul ini diikuti oleh 54 dan 58 guru, yang dibekali keterampilan komunikasi efektif, empati, konseling dasar, manajemen stres, hingga pertolongan pertama pada luka psikologis.
Program ini hadir sebagai respon atas meningkatnya tantangan kesehatan mental remaja di sekolah. Banyak guru mengaku sebelumnya belum memiliki teknik atau pendekatan yang tepat untuk mendampingi siswa yang mengalami tekanan akademik maupun persoalan emosional.
Salah satu peserta, Diah Ayu Alfiyani (Guru BK), merasakan perubahan nyata setelah mengikuti pelatihan.
“Awalnya saya sering bingung menghadapi siswa dengan kecemasan atau stres. Setelah sesi diskusi dan roleplay, saya jadi tahu cara merespons dengan benar. Sekarang siswa lebih nyaman bercerita.”
Peserta lain, Fahmi Zen (Guru Kewirausahaan), menilai pelatihan ini relevan dengan situasi kelas:
“Saya dulu tidak tahu bagaimana berkomunikasi dengan siswa yang sedang bermasalah. Setelah belajar manajemen stres dan teknik komunikasi, saya lebih siap mendampingi mereka.”
Program ini juga mendorong setiap sekolah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan kebijakan Sekolah Sehat Jiwa, termasuk penguatan peran BK, peningkatan literasi kesehatan mental, serta jejaring rujukan dengan Puskesmas dan RSMA.
Ketua program, Dr. dr. Ekorini Listiowati, MMR, menyampaikan bahwa keberlanjutan adalah fokus utama:
“Kita ingin guru menjadi motor perubahan di sekolah. Soft skills bukan hanya pelatihan, tetapi budaya baru untuk menciptakan siswa tangguh dan sehat mental.” Dengan dukungan LazisMu dan kolaborasi lintas sektor, program ini diproyeksikan menjadi model pendampingan kesehatan mental remaja yang dapat direplikasi di sekolah Muhammadiyah di wilayah lain.


